Supermassive adalah studio indieyang sudah berusia 6 tahun yang telah membantu banyak proyek Sony selama bertahun-tahun,Tumble on Move adalah sebuah game yang hebat, Jurassic Encounterpernah digunakan untuk memamerkan headset Virtual Reality, ‘Morpheus’ dan kebanyakan dari konten tambahan untukLittleBigPlanet dari Supermassive tidak pernah mengecewakan.
Namun, pertama kali Until Dawndiperkenalkan, game ini menghadirkan sebuah game first-person horror yang dikendalikan menggunakan PlayStation Move. Memang, Until Dawn dikala itu menjadi bahan pembicaraan, namun tidak berhasil membuat semua orang secara langsung menginginkannya. Oleh karena itu, Supermassive memutuskan untuk kembali dari awal. “Lupakan apapun yang anda ketahui tentangUntil Dawn,” ungkap sang executive producer, Pete Samuels.
Until Dawn menceritakan kisah 8 sahabat yang terperangkap dalam cerita horror milik anda, mengambil setting third-person cinematic survival horror. Dengan penekanan di bidang survival dan horror, atau malahan tidak sama sekali, bergantung dengan bagaimana cara anda memainkannya, karena selalu ada kemungkinan dimana 8 karakter yang anda kendalikan bisa saja mati mengenaskan.
Satu playthrough dalam Until Dawnmemakan waktu hingga 9 jam, menurut penuturan Samuels. Sudah jelas kalau anda akan memainkan game ini lagi dan lagi, hanya untuk menyaksikan kemungkinan dan perubahan yang terjadi, berkat sistem “efek kupu-kupu” yang diadopsi untuk game ini.
Hanya saja, kita membicarakan jutaan tindakan kecil, ribuan jalan yang bisa kita pilih dan ratusan variasi dari ending yang bisa disaksikan. Secara teori, anda bisa saja menyaksikan semuanya. Akan tetapi, ini akan memakan waktu yang lama.
Oleh karena ini, Supermassive mendorong ide kalau Until Dawnadalah ‘cerita anda’ – dan berkat “desain dan desain ulang yang teliti dan memakan waktu lama”, kembali diungkapkan oleh Samuels, seharusnya akan terasa interaksi-interaksi yang tidak kentara dengan interaksi anda dengan lingkungan sekitar, namun dapat berpengaruh besar terhadap cerita secara keseluruhan.
Cara lain untuk mengubah cerita adalah melalui keputusan langsung yang harus diambil oleh pemain: apakah anda memilih untuk mengikuti teman anda memasuki sebuah ruangan, atau berpisah darinya selama ‘beberapa detik’ untuk melihat hal mencurigakan yang terjadi? Ataukah anda memilih untuk menghabisi teman anda, atau anda malah memilih untuk mengorbankan diri anda sendiri, untuk menyelamatkan nyawa teman anda?
Pengaruhnya terasa terlalu tajam? Memang. Perlu di garisbawahi, kalau semua keputusan yang diambil dalam game ini tidak akan mudah.
Supermassive berniat untuk memaksa anda agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan semua ini berkat penulisan cerita, akting, dan kualitas visual yang ditunjukkan. Sulit untuk merasakan dua dari ketiga inti yang dijabarkan melalui demo yang terlampau pendek, namun demotersebut tetap terlihat menawan, dan berhasil menampilkan animasi raut wajah yang mantap.
Setelah 2 tahun tanpa kabar, kemunculan ulang dari Until Dawnadalah sebuah hal yang baik, dan kelihatannya dengan waktu yang digunakan untuk pembuatan ulang ini telah menguntungkan Until Dawn dalam jumlah yang besar. Memang Until Dawn tidak dipenuhi dengan ide orisinil, dan terkadang masih menggunakan teknik jump-scare, namun bila dikerjakan dengan baik, Until Dawn bisa menjadi titel game survival horror yang terang-terangan mempunyai ide-ide yang benar-benar menarik.
sumber: kotaku.com
Source: https://www.google.co.id/amp/s/gerrykhogeen.wordpress.com/2014/08/15/until-dawn-game-horror-terbaru-dimana-semua-orang-bisa-mati/amp/





